Inilah Alasan Mengapa Harus Mematikan Handphone di Pesawat Terbang


Prinsenparkhotel.com - Sebenarnya mengapa sih saat bepergian dengan pesawat terbang selalu ada pemberitahuan untuk menonaktifkan ponsel atau mengubahnya menjadi flight mode? Banyak jawaban atas pertanyaan tersebut, salah satunya berpendapat bahwa sinyal dari ponsel mengganggu sistem elektronik pesawat, sehingga berakibat kecelakaan.

Prinsenparkhotel.com - Berdasarkan berita yang dilansir dari AirlineUpdates.net, sinyal ponsel memang mengganggu radio pesawat, namun ternyata tidak sampai membahayakan.  Jika ada ponsel yang menyala, pilot bisa mendengar suara-suara gangguan yang ditimbulkan sinyal di headphone mereka. Suara ini mirip dengan suara yang muncul saat kita meletakkan ponsel berdekatan dengan speaker.

Walaupun memang tak membahayakan, suara ini tetap mengganggu. Coba Anda bayangkan, jika ada lima puluh orang yang tidak mematikan ponsel saat berada di pesawat, maka hal itu akan menimbulkan polusi radio yang banyak.

Dengan mematikan ponsel tentunya kamu membantu mencegah suara-suara itu untuk muncul. Sebenarnya, mematikan handphone juga dianggap sebagai cara penumpang untuk menghormati dan menghargai pilot yang sedang menjalankan tugasnya, dan tidak mengganggunya dengan suara-suara gangguan karena ponsel yang menyala. Lalu pertanyaan selanjutnya, apakah dengan mengubah gadget menjadi flight mode aman, sebenarnya  haruskah handphone dimatikan?

Sebelum membahas tentang hal tersebut, mari kita mengenal apa itu mode pesawat terlebih dahulu, Mode pesawat adalah sebuah fasilitas praktis untuk mematikan koneksi seluler dan data pada sebuah smartphone. Meski nama dan fungsinya memang identik dengan kondisi saat kita naik pesawat terbang, namun saat tidak berada di pesawat terbang, airplane mode ini juga banyak fungsinya lho.

Mode ini bisa digunakan untuk menghemat konsumsi baterai dan membatasi penggunaan paket data, serta dapat juga berguna untuk memperbaiki permasalahan koneksi jaringan yang kadang terjadi. Contohnya, saat jaringan data pada tidak berjalan semestinya, Anda bisa mengaktifkan mode pesawat sebentar lalu menonaktifkannya kembali, terkadang cara ini membantu untuk menyambungkan kembali data internet pada smartphone.

Pada dasarnya, airplane mode adalah mode yang berfungsi  mematikan koneksi pada gawai seperti koneksi seluler, koneksi data, bluethooth dan Wi-fi. Dengan mengaktifkan mode ini, maka kamu tidak bisa menerima panggilan, pesan, notifikasi serta mengakses internet.

Amankah airplane mode saat berada di pesawat terbang?
Mengaktifkan airplane mode atau mode pesawat memang jadi salah satu langkah penting untuk keselamatan. Seperti yang sudah diulas di atas, jika smartphone kamu belum beralih ke airplane mode, smartphone akan terus mencari jaringan.

Ada kemungkinan, frekuensi sinyal dalam smartphone bisa tumpang tindih dengan peralatan pesawat. Jika itu terjadi, maka akan mengganggu komunikasi pilot dan perangkat elektronik pesawat yang sangat sensitif yang berimbas pada gangguan kelancaran penerbangan. Bahkan saking pentingnya, mengapa terkadang mengaktifkan mode pesawat saja tidak cukup karena Anda harus mematikan handphone.

Sebenarnya mematikan ponsel tak hanya bertujuan untuk tidak mengganggu komunikasi pilot dan perangkat elektronik pesawat, namun dengan mematikan handphone, Anda bisa menjadi lebih memperhatikan peragaan panduan keselamatan oleh pramugari dan cepat tanggap apabila ada hal yang tidak beres.

Nah untuk Anda yang ingin membawa barang elektronik seperti laptop dan ponsel, ada beberapa pemeriksaan yang harus Anda lakukan sebelum naik ke dalam pesawat terbang. Berikut ketentuannya:
1.    Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Udara no. SKEP/ 2765/ XII/ 2010
Dalam pasal 23 butir b, poin 3 pada SKEP 2765/XII/2010 disebutkan bahwa laptop dan barang elektronik lainnya dengan ukuran yang sama dikeluarkan dari tas/ bagasi dan diperiksa melalui mesin x-ray.

Dalam SKEP/2765/XII/2010 tersebut disebutkan tentang “Tata Cara Pemeriksaan Keamanan Penumpang, Personel Pesawat Udara dan Barang Bawaan yang Diangkut dengan Pesawat Udara dan Orang Perseorangan”. Laptop dan barang elektronik lainnya dikeluarkan dari tas/bagasi dan harus diperiksa melalui mesin X-Ray.

2.    Surat Edaran Dirjen Perhubungan Udara no. SE.6 Tahun 2016
Surat Edaran Dirjen Perhubungan Udara ini juga memastikan laptop dan barang elektronik lainnya harus dikeluarkan dari bagasi/tas jinjing dan diperiksa melalui mesin X-Ray.

Jika dalam pemeriksaan dengan menggunakan mesin X-Ray tersebut masih membuat ragu petugas pemeriksa barang (X-Ray operator), harus dilakukan pemeriksaan secara manual dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1.    Pemilik barang menghidupkan perangkat elektronik tersebut
2.    Pemilik barang mengoperasikan perangkat elektronik tersebut
3.    Personel keamanan penerbangan mengawasi dan melihat hasil pemeriksaan dari perangkat tersebut.

Pemeriksaan secara ketat barang elektronik ini dilakukan untuk upaya peningkatan penanganan bom (Bomb Threat) pada penerbangan sipil yang telah ditetapkan dalam Instruksi Dirjen Perhubungan Udara Nomor 3 Tahun 2017.

Bagaimana sudah tak ada lagi kan pertanyaan tentang mengapa harus mematikan ponsel di pesawat terbang? Nah, untuk Anda yang masih suka bertanya-tanya dan bingung beli tiket pesawat murah dan pesan hotel murah di mana, Anda bisa temukan di Reservasi.com. Diskonnya banyak, prosesnya mudah dan dijamin aman.

Bagi Anda yang sedang mencari hotel murah di Bali, manfaatkan saja promo-promo menarik di Reservasi.com. Selamat liburan!


0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Scroll To Top