Sensasi Tidur Di Hotel Gantung Pajajaran Anyar

Hotel Gantung Pajajaran AnyarPrinsenparkhotel.com – Tidur di kamar hotel saat travelling adalah hal yang biasa dilakukan. Tapi bagaimana jika Anda tidur di kamar hotel yang menggantung di tebing setinggi 500 meter dari permukaan tanah? Apakah Anda yakin berani? Di Purwakarta, Jawa Barat kini telah berdiri sebuah “hotel gantung” di Gunung Parang.

Hotel tersebut berupa sleeping capsules yang menggantung di sisi tebing dengan ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan tanah. Nama hotelnya adalah Hotel Pajajaran Anyar. Pajajaran Anyar disinyalir menjadi skylodge tertinggi di dunia dan ini melebihi pendahulunya di Peru yang hanya berada di ketinggian 122 meter dari permukaan tanah.

Hotel ini dibangun oleh Badega Gunung Parang, operator aktivitas outdoor dan pendakian tebing di gunung tersebut. Di hotel gantung ini baru tersedia satu kamar. Luas kamar hotel 2.5 x 6 meter persegi dan tinggi sekitar 2.4 meter. Dinding dan lantai hotel
ini terbuat dari polikarbonat bening sehingga tamu dapat melihat pemandangan yang ada di sekelilingnya dari dalam kamar.

Hotel ini mulai beroperasi sejak 28 Oktober 2017 lalu. Untuk bisa menginap di hotel gantung ini, Anda harus merogoh kantong yang agak dalam karena tarifnya sekitar Rp 4 Juta per malam. Harga tersebut sudah termasuk menginap, makan dan alat pengaman saat memanjat tebing.

Pengunjung yang ingin bermalam di hotel tersebut harus menaiki/mamanjat tangga besi di sisi tebing atau via ferrata terlebih dahulu. Nantinya akan ada tempat istirahat di elevasi 200 (meter) dan 300 (meter). Begitu sampai dekat dengan skylodge, akan ada penyeberangan tyrolean panjangnya sekitar 60 meter sampai ke skylodge.

Sebelumnya Anda harus menggunakan alat pengaman seperti halnya helm, harness dan tali temali lainnya sebagai penunjang keamanan saat memanjat tebing. Pemandu akan mengingatkan agar pengunjung selalu memasangkan pengaman ke tangga via ferrata dan sling baja yang telah disiapkan. Medan yang ditempuh cukup sulit dilalui terutama bagi Anda yang sama sekali belum pernah melakukan panjat tebing. Apalagi Anda yang punya fobia ketinggian, lebih baik berpikir ulang untuk menginap di hotel gantung ini.

Selain harus konsentrasi menjaga keselamatan diri, semakin tinggi tebing pun makin sulit untuk dipanjat karena terlalu curam. Tidak
terburu-buru saat memanjat menjadi kunci penting saat mendaki tebing ini. Cobalah beristirat dulu dan atur napas sambil kumpulkan tenaga lihat keindahan alam Purwakarta dari kejauhan Tebing Parang. Untuk sampai di hotel gantung, Anda harus menyeberang dari titik akhir pemanjatan yang sejajar dengan bangunan hotel. Caranya dengan menggantungkan diri pada tali atau biasa dikenal dengan sistem tyrolean di ketinggian sekitar 500 meter dari kaki tebing.

Setibanya di hotel, Anda akan naik ke alas hotel dan masuk melalui pintu yang ada di atap hotel yang terbuat dari polikarbonat bening. Kamar tersebut bisa diisi oleh enam orang. Namun, idealnya kamar hotel diisi oleh empat orang sebab di dalam kamar hanya tersedia empat single bed lengkap dengan bantal dan selimut.

Walaupun berada di atas tebing, di sini disediakan terminal listrik. Anda tetap blsa eksis dan mengunggah keindahan alam ke
media sosial. Tapi tidak ada fasilitas Wifi karena khawatir banyak petir/kilat menyambar. Anda terpaksa hanya mengandalkan sinyal dari ponsel saja yang kadang kuat, kadang hilang. Kamar juga dilengkakapi lampu, televisi, pendingin ruangan, meja makan, gelas, sendok, handy talkie untuk berkomunikasi ke basecamp, air mineral galon, wastafel, microwave (pemanas makanan), pemanas air listrik, toilet portable.

Namun di hotel ini Anda tidak bisa mandi karena tidak disediakan air yang cukup untuk mandi dan tidak ada ruang khusus untuk mandi. Untuk segala aktivitas yang berhubungan dengan air, bisa menggunakan air mineral galon yang tersedia. Anda penasaran mau coba?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 29 = 39